Pamekasan, 23—25 Mei 2026. Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan, berkolaborasi dengan Sivitas Kothèka (Madura) menghadirkan program MTN Lab bertajuk Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”. Program tersebut merupakan agenda yang akan dijalankan tiga peserta dari Sivitas Kothèka. Masing-masing akan bermukim di Banjarmasin, Denpasar, dan Yogyakarta. Di tiga kota itu, mereka akan menuliskan pergulatan hidup para Madura rantau yang berprofesi sebagai saudagar besi tua, penjaga toko kelontong, dan penjual sate.
Program residensi ini menghadirkan berbagai agenda, seperti pembekalan, diskusi, bincang travelog, dan mentoring. Ketua Sivitas Kothèka, Afnan Rahmaturrahman, mengaku senang bisa bermitra dengan MTN Seni Budaya. Adanya kerja sama yang terjalin antara dua pihak amat membantu komunitas untuk mengembangkan talenta potensial.
“Untuk persiapan keberangkatan peserta, kami sudah menyiapkan beberapa hal, yakni identifikasi kebutuhan mentoring supaya luaran dari proyek ini bisa tercapai,” ujar Afnan.
Sementara itu, kurator Sivitas Kothèka, Royyan Julian menilai bahwa residensi menulis memiliki peran penting untuk membangun keberanian bereksperimen dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa proses kreatif dalam menulis esai sastrawi membutuhkan ruang yang suportif sebagai bekal peserta di tempat residensi.
“Sebagai persiapan keberangkatan, ketiga peserta akan memperoleh bekal tentang residensi. Mulai dari objek, latar, hingga pemahaman lintas budaya. Target yang harus mereka bidik adalah pekerjaan diaspora Madura serta teknik penulisan esai jurnalisme sastrawi,” kata Royyan Julian.
Salah satu peserta, Zainal Abidin, mengaku bangga dan merasa sangat beruntung bisa berpartisipasi dalam kolaborasi strategis ini.
“Dalam kegiatan ini, saya akan banyak belajar dan memfokuskan perhatian kepada para pedagang besi tua di Kalimantan, khususnya mengenai bagaimana mereka bertahan dan membangun kehidupan di tanah rantau,” ungkapnya.
Program Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja” diharapkan bisa mengembangkan talenta potensial serta memperkaya khazanah pengetahuan tentang Madura, khususnya di tanah perantauan.